You're Allways Spesial In My Heart

Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Tidur dengan Lampu Menyala, Bikin Anak Depresi


BANYAK orangtua yang membeli lampu tidur untuk menjaga anaknya agar tidak ketakutan saat gelap.
 
Namun peneliti asal Korea Selatan mempercayai bahwa, kebiasaan ini dapat menyebabkan masalah tidur bagi anak.
 
Pasalnya, sebuah studi di Korea Selatan menemukan bahwa orang yang tidur dengan kondisi lampu menyala, akan membuat depresi pada anak.
 
Selain itu, orang yang terbiasa tidur di hadapan televisi yang masih menyala, bakal terkena risiko tidur yang tidak berkualitas.
 
Dr. Seung Bong Hong dari Samsung Medical Center, School of Medicine di Universitas Sungkyunkwan dekat Seoul memberi argumennya terkait hal tersebut. “Cahaya buatan mempengaruhi aktivitas otak dan mengikis kualitas tidur yang baik.”
 
Studi kami menunjukkan bahwa, cahaya dengan intensitas rendah mengganggu tidur, dan membuat orang selalu terjaga dalam tidur.
 
Percobaan yang telah dilakukan oleh Dr. Seung masuk ke dalam jurnal Sleep Medicine. Yang melibatkan sepuluh relawan yang diamati tidurnya selama dua malam berturut-turut. Dari sana Dr. Seung mengamati dan menganalisis kondisi jantung, napas, otak dan aktifitas otot.


Risiko Depresi
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, saat orang tidur menggunakan cahaya, hanya memiliki waktu tidur tiga sampai empat jam. Penelitian ini memperingatkan orang terhadap risiko kesehatan mental karena terlalu sering menggunakan cahaya saat mereka terlelap, hal ini juga dapat meningkatkan risiko depresi. Dilansir Top Sante Perancis.

Budaya Mendongeng Bisa Turunkan Kekerasan pada Anak


KASUS pelanggaran terhadap anak kian meningkat tiap tahunnya. Pemerhati Anak Seto Mulyadi menilai, mengubah cara didik anak sejak dini menjadi salah satu solusi untuk menekan angka kasus yang terus naik.  
"Kekerasan pada anak yang terjadi di Indonesia karena cara didik yang keliru. Pelaku keributan itu biasanya didik dengan cara kekerasan," ujar pria yang akrab disapa Kak Seto di Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2013).
 
Dikatakan Kak Seto, prilaku orangtua yang membentak, mencubit, menjewer telinga dan hal kekerasan lain adalah cara yang salah untuk menghukum anak jika berbuat kesalahan.
 
"Membacakan dongeng itu satu cara mendidik anak karena akan membantu mempelajari dan menguatkan kata-kata. Jadi tidak perlu membentak atau dengan kekerasan fisik, anak nantinya akan mengetahui hal yang dilarang atau diperintahkan dengan kekuatan kata," jelasnya.
 
Sepanjang tahun 2013, Komnas PA mencatat pengaduan pelanggaran hak pada anak meningkat hingga 60 persen, Kak Seto memprediksikan jumlah itu akan meningkat hingga 100 persen pada tahun 2014 jika tidak segera diatasi.
 
"Semua harus ikut serta, semua lapisan masyarakat melakukan gerakan nasional stop kekerasan pada anak. Misal setiap RT dan RW mempunyai Satgas Perlindungan Anak, jadi jika ada pelanggaran pada anak terjadi bisa langsung termonitor dari lingkungan terdekat," jelasnya.

Cara Tepat Ajari Anak Berjiwa Empati

Mengajarkan anak memiliki jiwa berbagi dan memiliki kasih sayang merupakan tantangan tersendiri bagi orangtua. Jika Anda kesulitan menanamkannya, inilah contekannya.

Memiliki anak, artinya Anda sebagai orangtua dihadapkan pada sederet tugas berat untuk membangun konsep dalam dirinya. Tidak saja dalam hal pembangunan karakter dan mental, tapi juga sikap positif, seperti jiwa kasih sayang, berjiwa social, dan berempati dalam hal kebaikan. Mungkin pekerjaan ini memang bukan perkara mudah. Namun, cara-cara berikut ini dapat memudahkan Anda mewujudkan konsep tersebut pada buah hati, seperti dilansir Getfrank.

Ajari untuk mencintai hewan

Belajar mencintai hewan dan memberikan perhatian, serta perawatan dapat menjadi cara efektif bagi anak dalam menanamkan rasa kasih sayang terhadap makhluk hidup. Jika Anda tidak memiliki ruang yang cukup untuk memelihara hewan peliharaan, ajak anak Anda menjadi relawan memelihara binatang di tempat lain. Cara ini pun dapat mengajarkan mereka nilai-nilai kasih sayang.

Berbagi dengan anak kurang mampu

Ada banyak yayasan sosial yang memungkinkan Anda berbagi donasi dengan mereka. Kebanyakan dari yayasan akan mengirimkan foto-foto anak kurang mampu tersebut dan hal ini dapat membantu anak-anak Anda untuk memahami realita di masyarakat bahwa saat ini banyak anak-anak yang kurang mampu.

Mengunjungi anak-anak di rumah sakit
Mengajak anak-anak mendatangi rumah sakit atau rumah perawatan yang dihuni anak-anak yang menderita penyakit tertentu dapat memberikan pelajaran berharga bagi anak Anda untuk mengasihi dan membantu antar sesama. Membantu anak-anak yang memiliki penyakit tertentu dapat memupuk mereka untuk lebih empati dalam berbagi kasih sayang terhadap anak-anak yang kurang beruntung.

Menulis daftar syukur

Salah satu cara terbaik membantu anak-anak merasa empati terhadap anak-anak yang kurang beruntung ialah membuat mereka memahami harus banyak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan selama ini. Cara terbaik untuk merasakannya, yakni menulis daftar hal-hal yang patut disyukuri dari berbagai sisi. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk memiliki rasa empati terhadap lingkungan sekitarnya.

Mendongeng

Buku menjadi media efektif untuk menyentuh perasaan anak-anak. Dengan menceritakan sebuah buku bercerita, dapat menjadi cara efektif bagi anak-anak untuk memahami dan menerapkan tindakan positif dalam kehidupan mereka. Buku bercerita yang mengandung unsur kasih sayang, memberi, simpati, dan empati bisa menjadi cara untuk memperkenalkan anak-anak Anda nilai-nilai positif tersebut.

Ingin Bahagia? Ini Rahasianya

Apa yang dapat membuat hidup Anda bahagia? Kekayaan materi, kesehatan, pendidikan yang tinggi, maupun kesuksesan karier rupanya tidak menjamin seseorang menjadi bahagia.

Sebuah penelitian dari Universitas California menyatakan bahwa sikap saling respek dan kagum satu sama lain ternyata dapat memberikan pengaruh pada kebahagiaan seseorang daripada status sosial ekonomi atau pendidikannya. Hal ini seperti yang dilansir dari Huffington Pos.

“Salah satu alasan kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang karena banyak orang yang bisa dengan cepat memeroleh kekayaan atau pendapatan yang tinggi. Misalnya saja, pemenang lotre. Awalnya, mereka merasa senang, tapi kemudian mereka kembali ke level kebahagiaan sebelumnya dengan cepat,” jelas Cameron Anderson, peneliti dan ilmuwan di The Haas School of Business, the University of California, Berkeley, Amerika Serikat.

Para peneliti membaginya dalam empat studi yang terpisah. Di salah satu studinya, mereka mengkalkulasi status sosiometrik dari 80 pelajar yang disertakan. Kalkulasi status ini dihitung dengan memeriksa bagaimana rekan-rekan menilai responden di lingkungan sosialnya, serta bagaimana responden menilai diri mereka sendiri, termasuk posisi kepimpinan yang mereka miliki. Kondisi keuangan dan faktor lainnya juga turut dipertimbangkan. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa para responden lebih terkait dengan status sosiometrik mereka daripada kondisi sosial ekonominya.

Di studi lain, para peneliti mengamati para alumni yang telah meraih gelar master. Mereka mengamati sejak masih di sekolah, lalu lulus dan kemudian bagaimana kehidupan setelahnya. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa mereka semakin dihormati orang-orang di sekitar setelah lulus S2, begitu juga dengan kondisi keuangan mereka.

Kesimpulannya, semakin mereka dipandang terhormat, semakin besar pula penghasilan dan kebahagiaan yang dirasakan.

“Kami terkejut dengan temuan ini. Naik-turunnya status sosial seseorang sangat berpengaruh terhadap kebahagiaannya. Bahkan, efek ini berlangsung hingga sembilan bulan,” jelas Anderson.

Meski studi ini menunjukkan bahwa sikap menghormati berkorelasi dengan kebahagiaan seseorang, maka penelitian yang lain juga menunjukkan bahwa jika seseorang memiliki karakter yang positif, maka mereka akan bisa dihormati oleh orang lain.

Berbagi Waktu Antara Anak Dan Karir

Membagi waktu antara karier dan anak bisa menjadi dilema bagi wanita karier. Sulit untuk bisa menjalani keduanya dengan sempurna. Lantas manakah yang harus dikorbankan?

Studi terbaru menunjukkan karier wanita terbilang melambat ketika telah memiliki anak. Namun, di balik itu, sebagian wanita justru merasa mampu menemukan potensi dirinya dan memutuskan untuk mantap berwirausaha.

Memiliki buah hati merupakan anugerah terbesar yang diberikan Tuhan.Namun, tentunya kehadiran sang anak bukan tanpa konsekuensi,justru sebagai bagian dari komitmen bunda untuk mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepadanya.

Masalahnya, kewajiban ini sering kali terganjal karier. Hal ini seperti dua sisi mata uang, satu pihak sang ibu ingin mengasuh si anak dengan sebaik mungkin,tapi di sisi lain ia tidak bisa meninggalkan karier yang telah dibangunnya.

Karena itu,ada kecenderungan produktivitas ibu menjadi menurun seiring kelahiran buah hati.Akibatnya, prestasi pun menjadi melempem dan karier pun jadi tidak berkembang. Setidaknya hal itu diungkap Accenture dalam riset teranyarnya, “The Path Forward”. Dalam riset yang melibatkan 3.900 responden eksekutif bisnis pria dan wanita ini, mereka menemukan indikasi bahwa karier para eksekutif perempuan melambat ketika memiliki anak.

Riset yang dilakukan di berbagai industri di 31 negara ini mengungkapkan bahwa 55% eksekutif di Indonesia kariernya melambat semenjak memiliki anak. Hanya 20% dari mereka yang menganggap karier tak berdampak negatif bagi kehidupan keluarga.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia semakin berperan penting dalam bisnis. Namun, tantangan masih tetap ada, yaitu mendapatkan kesempatan yang sama dengan rekan pria,”sebut Executive Director Accenture Indonesia Neneng Goenandi.

Melambatnya karier setelah memiliki anak dirasakan sendiri oleh Novelia.Beberapa waktu lalu dia baru saja menyelesaikan cuti melahirkan.Wanita yang bekerja di media cetak ini mengaku,karier yang dibangunnya sejak 3 tahun belakangan mendadak menjadi sedikit terhambat. Sebagai contoh,ia kini selalu menolak undangan liputan baik di dalam maupun luar negeri, termasuk berbagai tawaran liputan yang diselenggarakan pada malam hari, pasti selalu dilewatinya.

“Kasihan anak kalau ditinggal nginep,kalau ada liputan malam juga aku enggak bisa datang karena harus nidurin anak,” tutur Novelia. Alhasil,berbagai kesempatan bagus pun sering ia lewati, sebut saja pengalaman bertandang ke negeri orang dan bertemu berbagai tokoh. Namun,ia tetap merasa pengalaman itu tidak sebanding dengan keharusan meninggalkan anak tercinta.

Bahkan,Novelia berani menolak tawaran menggiurkan untuk mengisi posisi redaktur. Lagi-lagi anak yang menjadi alasan. Menurut dia,menempati posisi tersebut dibutuhkan dedikasi tinggi,sementara perhatiannya kini terbagi antara anak dan pekerjaan. Tidak beda dengan cerita Mirna.Ibu yang memiliki putri berusia dua tahun ini juga menolak mentahmentah permintaan atasannya untuk menggantikan posisi manajer.

Mirna yang berprofesi sebagai pengajar di sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris ini, sebelum menikah amat berambisi mencapai jenjang karier yang ditargetkannya. Keadaan berubah 180 derajat ketika ia telah memiliki Mazaya, putrinya.

“Dulu setiap tahun pasti ada target yang harus dicapai untuk ngejar karier, pokoknya harus bisa tercapai.Tapi, sekarang sejak punya anak malah jadi enggak ngoyo.Jadi,manajer tidak mudah, kalau belum punya anak pasti saya ambil (jabatan manajer).Tapi, sekarang biarlah yang lain.Saya malah bisa lebih santai ngurus anak, tapi karier tetap jalan,”tuturnya.

Psikolog A Kasandra Putranto mengatakan,hingga kini masih banyak wanita yang terjebak dalam konteks berkarier.Mereka masih beranggapan karier itu adalah sesuatu yang dibangun dengan bekerja menjadi karyawan di perusahaan.

“Padahal,ibu yang berwirausaha kecil-kecilan di rumah itu juga terhitung berkarier,”katanya kepada SINDO. Justru ibu rumah tangga yang menjalankan bisnis sendiri bisa dengan bebasnya mengatur waktu sendiri dan tidak meninggalkan kewajiban mengurus rumah tangga.

“Memang ketika habis melahirkan,karier wanita sempat melambat karena harus menyusui. Tapi kan tidak lama.Setelah itu,dia bisa membangun kariernya lagi. Bahkan,ada yang bisa menemukan potensi dirinya dan mencari peluang bisnis dari situ,”ujar Humas Ikatan Psikologi Klinis ini.Maksudnya, sebutlah wanita tersebut bisa menjahit,bukan tak mungkin ia menekuni kemampuannya dan menjadikan sebagai ladang bisnis.

Apalagi jika usaha tersebut mumpuni dan mampu merekrut pekerja,tentu jauh lebih bermanfaat. Sayangnya,wanita yang berpikir ke arah situ relatif masih sedikit sehingga mereka cenderung berfokus pada karier di perusahaan tempatnya bekerja.Kasandra mengaku mengalami hal yang sama.Dia sempat ngambek kepada suami lantaran diminta berhenti bekerja karena sudah melahirkan anak kedua. Namun,mengurus anak bukan berarti ia total berdiam diri di rumah.

Sebaliknya,psikolog yang sempat bekerja di hotel kenamaan ini mengurus izin praktik psikologinya hingga akhirnya membuka tempat praktik sendiri.Dari situlah kariernya berkembang sampai akhirnya ia tergabung dalam himpunan pengusaha muda Indonesia.

Awas, Stres Kerja Picu Perceraian

Waspada jika mengalami stres di tempat kerja. Pasalnya, kehadiran stres bukan saja meruntuhkan kesehatan fisik Anda, tetapi juga mengancam kelangsungan rumah tangga.
Stres yang dialami di kantor bisa memicu pertikaian dalam keluarga. Pernyataan ini sepertinya tepat bagi pasangan yang membawa masalah pekerjaan mereka dalam rumah tangga. Karenanya bila Anda ingin menjalani kehidupan yang bahagia, berhentilah bersaing dan berdebat sehingga memicu hubungan semakin buruk.

Hal tersebut seperti didasarkan pada sebuah studi dari Universitas Florida yang melakukan kajian mengenai peran dukungan keluarga, di mana kedua pasangan mengalami stres pekerjaan setiap hari, seperti dilansir Genius Beauty.

Setelah melakukan wawancara dengan 400 pasangan menikah, pemimpin studi Wayne Hochwarter berkesimpulan bahwa kurangnya dukungan dari pasangan pada situasi stres dapat menyebabkan perceraian serta kehancuran karier.

Pasangan yang mendapatkan dukungan tinggi di rumah mengaku, tidak hanya mendapat kepuasan dalam pernikahan, tapi juga lebih mudah menghadapi stres dalam pekerjaan. Efek lainnya, mereka juga merasakan kelelahan yang lebih sedikit serta mampu berinteraksi dengan rekan-rekannya.

Mereka mengatakan, keinginan untuk bercengkerama dengan pasangannya masih tinggi meski merasa kelah di sore hari. Tak hanya itu, mereka juga jarang mengeluh tentang pasangan dan anak-anaknya.

Dr Hochwarter mengatakan, hal terpenting untuk memiliki lingkungan yang sehat dalam keluarga dengan tidak mudah marah tanpa alasan. Membandingkan siapa yang paling stres di antara pasangan justru memicu kesalahpahaman, kebencian, dan tak jarang berakhir dengan perceraian. Pada saat bersamaan, pasangan yang saling mendukung dalam situasi stres merasakan bahwa masalah yang dihadapi justru menjadi hal yang menguatkan pernikahan mereka.

Tanda-tanda Pernikahan Anda Bermasalah

Pernikahan tidak selamanya baik-baik saja. Ancaman masalah selalu saja menghampiri. Kenali gejala-gejalanya ketika pernikahan Anda bermasalah lewat sinyal ini.

Menjalin pernikahan langgeng memang bukan hal mudah. Sederet permasalahan seringkali melanda dalam perjalanan yang Anda lewati. Kekuatan cinta serta komitmen menjadi hal yang diperlukan untuk menyelamatkan pernikahan Anda. Namun, sebelum Anda dilanda permasalahan berat, ketahui sinyal-sinyal pernikahan bermasalah ini, sehingga Anda dapat melakukan tindakan pencegahan, seperti dilansir Datinglovesexandtips.

Komunikasi bermasalah

Hal ini merupakan salah satu sinyal jika pernikahan Anda bermasalah. Kurangnya komunikasi mengakibatkan hubungan menjadi renggang. Di zaman modern ini, dengan tingkat kesibukan tinggi dari pasangan, mereka seringkali lupa melakukan komunikasi dan kegiatan bersama untuk membicarakan berbagai hal satu sama lain. Alhasil, minimnya komunikasi memicu mudahnya kemarahan atau emosi masing-masing pasangan tersulut karena mereka tidak ada waktu untuk mengungkapkan atau berbagi pikiran dengan pasangannya.

Minimnya jadwal bercinta

Kurangnya seks atau lebih tepatnya perubahan frekuensi seks Anda dan pasangan membuat hubungan menjadi jauh. Tak dapat ditampik, kekuatan pernikahan salah satunya dibangun dengan kekuatan bercinta yang menautkan keintiman satu sama lain. Ketika kehidupan seksual sehat, maka hubungan pernikahan pun berjalan sehat. Sayangnya, banyak pasangan tak memertimbangkan hal ini dalam pernikahan mereka. Karenanya, waspadailah ketika frekuensi seks rutin Anda berkurang atau menurun drastis, hal tersebut merupakan sinyal pernikahan bermasalah. Misalnya, jika biasanya Anda berhubungan intim satu hingga tiga kali sepekan dan kemudian berkurang dari jumlah tersebut, Anda patut mewaspadainya. Lakukan tindakan untuk memanaskan kembali agenda seksual Anda sehingga pernikahan kembali menghangat.

Ajak Si Kecil Berlibur Ke Museum

Jangan hanya berenang, atau pergi ke mal, Anda bisa mengajak buah hati berlibur menyusuri museum. Melihat warisan budaya, menonton pertunjukannya, ataupun berkunjung ke lokasi penyimpanan artefak-artefak kuno itu, sungguh merupakan ajang wisata menyenangkan. Berikut ini beberapa lokasi heritage yang sayang untuk dilewatkan bersama si kecil.

- Kota Tua Jakarta
Kota Jakarta yang dibangun Fatahillah pada tahun 1525, masih menyisakan ‘sejumput’ warisan masa lalu, berupa bangunan-bangunan  tua dari masa Belanda berkuasa. Bangunan-bangunan itu, walau sudah berubah fungsi, masih tegak di utara kota dekat pelabuhan lama; Sunda Kelapa. Jika tak hendak jalan kaki, Anda dan si kecil bisa mencoba memanfaatkan jasa ojek sepeda yang banyak beroperasi di area itu, untuk santai dan melihat-lihat dari satu gedung ke gedung lainnya. Di sekitar itu, Anda juga bisa menyambangi Museum Fatahillah di Jl. Fatahillah 1 Jakarta Barat. Ajak si kecil mengenali bagaimana tentara Kompeni menyiksa tahanan  tempo doeloe. Ruang-ruang tahanan itu bisa Anda berdua saksikan di sini. Juga Si Jagur, meriam tua asal Portugis. Buka tiap hari, kecuali Senin, pukul 09.00 – 17.00, Rp500/orang. Oya, ada cafĂ© bernuansa masa lampau di salah satu sudut museum ini!

- Museum Wayang
Ragam rupa boneka wayang (dari bahan kayu, kulit, dll) Indonesia dan mancanegara bisa disaksikan di museum yang berlokasi di Jl. Pintu Besar Utara No.27, Jakarta Barat. Buka tiap hari, kecuali Senin, pukul 09.00 – 17.00. WIB. Tiket Rp2.000. Sejak tahun lalu, tiap hari Minggu, pukul 10.00 – 12.00, dipertunjukkan seni wayang dari berbagai daerah. Gratis.

- Museum BahariBentuk-bentuk perahu tradisional Indonesia bisa disaksikan di lokasi yang bertempat di Jl. Pasar Ikan No.1 Jakarta Utara ini. Juga catatan awal dari sejarah dunia maritim Indonesia. Buka tiap hari, kecuali Senin, 09.00 – 17.00 WIB. Tiket Rp2.000.

- Museum Bank IndonesiaMasih di Jl Pintu Besar Utara, cuma beberapa puluh langkah di selatan Museum Wayang dan Museum Fatahillah, terdapat Museum Bank Indonesia. Di gedung yang kini kerap dijadikan tempat untuk pameran seni inilah Anda berdua bisa melihat-lihat, dan ‘mengenang’, bagaimana sebuah bank dimasa lalu beroperasi. Buka tiap Sabtu dan Minggu, pukul 10.00 – 14.00. Gratis!

- Museum Seni Rupa dan Keramik Ingin tahu karya-karya masa lalu dari khasanah seni rupa (lukisan, patung) dan keramik Indonesia? Museum yang terletak di Jl. Pos Kota No.2 Jakarta barat ini juga menampilkan karya seniman Indonesia modern. Buka tiap hari, kecuali Senin, pukul 09.00 – 15.00. Rp2.000/orang.

- Museum TumbuhanMuseum tumbuhan tropis paling lengkap di dunia itu dibangun Reinward, ahli botani asal Jerman pada tahun 1817, di atas areal 87 hektar yang dulunya merupakan bekas areal Samida (hutan buatan). Ragam rumbuhan bisa disaksikan di kawasan yang terletak di  Jl. Ir. H. Juanda No.1 Bogor ini, bahkan juga pohon lipstik dan cocacola.

Saksikan tayangan audio-visual sebelum berkeliling melihat-lihat, dan ada baiknya memanfaatkan jasa guide profesional yang tersedia. Buka tiap hari, Selasa – Minggu, 08.00 – 17.00 WIB, Rp 5000/orang.

- Museum ZoologiMumpung masih di Bogor, jangan lupa untuk mengunjungi Museum Zoologi yang terletak persis di sebelah pintu masuk Kebun Raya Bogor, dimana tersimpan ragam contoh (bentuk awetan, sampel belulang ataupun foto) ragam hewan Indonesia. Buka tiap hari, kecuali Senin, dari 08.00 – 16.00. Rp 2500/orang.

Tips: Lakukan awal perjalanan pada pukul 08.00 WIB saat matahari belum terlampau terik. Kenakan pakaian santai dan bersepatu kets. Jangan lupa payung, kacamata penahan sinar matahari (plus tentunya krim matahari), payung ataupun topi, dan bekal air mineral dan snack.

Puasa Menyehatkan Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui

Berpuasa saat hamil dan menyusui adalah salah satu langkah pendidikan agama yang paling awal bagi anak. Tentu saja semuanya tergantung pada kondisi kesehatan ibu. Tetapi secara umum, asal keadaan ibu sehat, berpuasa dan menyusui dapat berjalan tanpa kesulitan. Berikut beberapa tip yang bisa dicoba.

Asupan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui membutuhkan tambahan 700 kalori per hari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh sang ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3 kali sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa, dan menjelang tidur sesudah salat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk beraktivitas. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.

Perbanyak konsumsi cairan

Mulai dari berbuka hingga sahur, minum air putih sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti jus buah, teh manis hangat dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Anemia adalah berkurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahat sejenak, baik dengan tidur atau sekadar relaks dan menenangnkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Bekerja

Ibu yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukannya dengan tetap memperhatikan tip yang sudah disebutkan di atas. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan, semakin banyak ASI yang akan di produksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, ASI yang diproduksi dapat berkurang. Dengan demikian, ASI berkurang bukan karena tidak makan dan minum, melainkan karena tidak memerah ASI.

Agar Pernikahan Awet

Kesibukan membuat pasangan seringkali sulit menemukan waktu bersama. Sehingga, banyak pasangan merasa hubungan merenggang seiring berjalannya waktu. Tanpa kedekatan dengan pribadi masing-masing, gangguan kecil dalam hubungan bisa berubah menjadi masalah serius.

Sesibuk apapun kegiatan harian, pasangan dapat menyisihkan waktu minimal dua menit untuk menjaga kedekatan emosional dengan pasangan. Berikut beberapa tips membangun kedekatan bersama pasangan seperti dikutiup dari laman Sheknows

1. Posisi nyamanDuduk bersama di sofa atau tempat tidur dengan saling berhadapan. Tinggalkan semua aktivitas yang biasa Anda lakukan seperti menonton televisi atau membaca buku. Salah satu pasangan dapat mengatakan apapun yang ia inginkan, sementara pasangan lain hanya bertugas mendengarkan, bukan menanggapi.

2. Jujur tentang pikiran dan perasaanBerbicara tanpa menatap wajah pasangan bisa membuat Anda tak menyadari ada ucapan yang menyakiti perasaan pasangan. Gunakan waktu dua menit untuk menceritakan hal yang membuat Anda marah atau kecewa terhadap pasangan. Bisa juga ceritakan kisah lucu dari kantor atau masa kecil kalian.

Bahkan, Anda menggunakan waktu dua menit hanya duduk diam, saling menatap dan merangkul satu sama lain.

3. Jangan menanggapiBila waktu dua menit telah habis, jangan membahas apa yang baru pasangan Anda katakan. Lakukan bergantian pada hari berikutnya selama seminggu. Anda juga harus patuh hanya membicarakannya dalam dua menit dan tidak saling menanggapi yang diceritakan pasangan.

4. Jangan menjadikannya 'pemanasan'Bagaimanapun suasana yang tercipta selama proses 'komunikasi' tersebut, jangan lantas menganggapnya sebagai pemanasan sebelum bercinta. Bila ingin melakukan hubungan intim, lakukan di lain waktu.
Hasil dari komunikasi unik ini di antaranya:- Perhatian penuh
Pasangan dapat saling mendengarkan pikiran dan perasaan masing-masing tanpa terganggu kegiatan lain seperti menonton televisi atau membaca koran. Kedua pasangan pun tak perlu khawatir akan reaksi pasangan sekaligus membebaskan diri mengeluarkan uneg-uneg.

- Lebih dekat
Pasangan yang menyisihkan waktu berdua tanpa interupsi hal lain, lebih memahami pasangan dan merekatkan hubungan mereka. Pasangan dapat saling mendukung dan memberi masukan agar hubungan mereka tetap erat.