You're Allways Spesial In My Heart

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Menikmati Budaya Khas Yogyakarta

Dji Sam Soe Jelajah Mahakarya Indonesia adalah sebuah acara yang diselenggarakan untuk menjembatani para dewasa Indonesia untuk lebih mengenal, mencintai, dan bangga terhadap mahakarya Indonesia. Indonesia memiliki banyak sekali mahakarya yang begitu indah. Mahakarya Indonesia terdiri dari hasil ciptaan Tuhan berupa keindahan alam dan hasil karya manusia berupa budaya dan arsitektur yang indah.

"Banyak orang Indonesia yang mengaku cinta Indonesia tetapi memiliki pengetahuan yang sangat sedikit mengenai kebudayaan dan kekayaan Indonesia. Ini yang harus dijembatani, bagaimana kita bisa menggerakkan mereka yang cinta Indonesia untuk lebih menghargai mahakarya Indonesia dan menciptakan inspirasi bagi lingkungannya,” ujar Asep Kambali seorang sejarawan dan ketua komunitas Historical.

Kota Yogyakarta dan Pulau Lombok menjadi tempat tujuan hadiah utama Jelajah Mahakarya Indonesia. Kedua tempat tersebut dipilih karena keeksotisan alam dan budaya yang khas dari daerah tersebut begitu memukau. Di Kota Yogyakarta para pemenang akan diajak melihat warisan kebudayaan yang dituangkan melalui cara yang kontemporer. Setelah selesai menikmati keindahan budaya khas Yogyakarta, para peserta akan beranjak menuju Lombok.

Lombok dan Gunung Rinjani adalah satu paket keindahan eksotis dari Nusa Tenggara Barat. Peserta akan merasakan sensasi menjadi seorang trekker untuk menaklukan Gunung Rinjani. Jalur ini sering dianggap sebagai salah satu jalur trekking tingkat advance. Serangkaian kegiatan akan dikemas secara khusus agar memberikan kesan mendalam serta menjadikannya sebuah pengalaman tak terlupakan.

“Yang menarik ketika kita travelling bukan saja melihat pemandangan yang indah, tetapi juga mendapatkan berbagai pengalaman baru dan unik tentang kebudayaan Indonesia yang menjadi pelajaran betapa seharusnya kita berbangga hati menjadi orang Indonesia,” ujar Trinity seorang traveler yang telah membukukanh pengalamannya menjelajah Indonesia.

Kisah Di Lorong Bawah Tanah Vietcong Cu Chi

Terowongan bawah tanah di desa Cu Chi kini lebih dikenal sebgai tempat wisata sejarah yang menarik dan menantang. Namun, lorong bawah yang menjadi basis perjuangan milisi Vietcong dalam perang melawan Amerika Serikat (1959-1975) menyimpan sejumlah cerita kelam.

"Banyak turis yang lebih mengagumi kisah heroik para pejuang Vietcong bersama dengan pasukan Vietnam dalam berperang melawan Prancis dan Amerika yang membantu Vietnam Selatan. Namun, ada sejumlah kenangan pahit dan penderita yang dirasakan sekitar 10 ribu pejuang dan warga yang harus berpuluh tahun tinggal di lorong sempit dan gelap," kata Nhi Nguyen, seorang pemandu wisata di Kota Ho Chi Minh.

Satu kisah yang menyayat adalah pengorbanan seorang ibu bermarga Le yang terpaksa membunuh seorang anaknya yang baru lahir demi menyelamatkan nasib banyak orang di lorong bawah tanah. Nhi tidak tahu persis kapan kisah ini terjadi, tetapi peristiwa itu berlangsung saat Vietnam berperang melawan Amerika.

"Zaman perang, pemerintah meminta perempuan tidak berhubungan intim dengan pasangannya selama tinggal di terowongan. Namun, seorang perempuan simpatisan Vietcong waktu itu ternyata sudah mengandung," kata Nhi saat mengantar para turis asal Indonesia dari Kota Ho Chi Minh-populer disebut Saigon-menuju terowongan di desa Cu Chi, yang memakan waktu tempuh lebih dari dua jam.

"Ibu itu terpaksa melahirkan di ruang bawah tanah. Namun, selayaknya bayi yang baru lahir, anak malang itu menangis kencang. Ini sangat berbahaya," kata Nhi.
"Padahal tangis bayi itu bisa terdengar di atas permukaan tanah. Ini berisiko membuat pasukan Amerika mengetahui dan menyerang terowongan," lanjut guide yang cukup lancar berbahasa Indonesia itu.

Maka, ibu itu tidak ada cara lain menghentikan tangis anaknya selain membunuhnya. "Hidung bayi itu terus dia bekap sampai putranya tak bergerak lagi," ujar Nhi.

Bagi para komandan dan pejuang Vietcong, langkah ibu Le merupakan tindakan heroik karena bisa menyelamatkan banyak jiwa dari serangan bom artileri dan pesawat tempur Amerika ke terowongan Chu Ci. Namun, perempuan itu menjadi sangat terpukul dan akibatnya fatal.

"Dia merasa sangat kehilangan atas kepergian putranya yang terpaksa dibunuh. Maka, setelah Vietnam bersatu dan merdeka pada 1975, ibu itu jiwanya terganggu lalu bunuh diri," kata Nhi yang terbawa oleh kisah itu hingga sempat berurai air mata.

Bosnya, Hung Tran, mengungkapkan bahwa kisah itu kini selalu diutarakan para pemandu wisata setiap kali mereka mengantar para turis ke terowongan Cu Chi.
"Masih banyak lagi kisah yang menggambarkan pengorbanan para warga bawah tanah. Banyak di antara mereka yang mati akibat sanitasi buruk dan wabah penyakit. Belum lagi, terkena gigitan binatang dan serangga beracun yang hidup di bawah tanah," kata Hung.

Selain itu, para warga juga terpaksa menggali terowongan baru yang lebih dalam untuk mencari sumber mata air. "Tindakan itu terpaksa mereka lakukan setelah Amerika merusak sungai Saigon dengan bom Napalm yang mencemari air," kata Hung.

Wisata Sejarah Nyok!

Bosan mengunjungi tempat wisata yang sudah umum? Atau nggak ada ide mengisi liburan ke mana? Wisata sejarah tampaknya bisa menjadi alternatif. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, Museum Jakarta, layak dijelajahi bersama keluarga.

Di museum yang juga dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah ini, selain bisa refreshing, pengunjung juga bisa mengenal lebih jauh tentang sejarah kota yang dulunya bernama Batavia ini. Jadi selain menghibur juga bisa menambah wawasan.

Dari penelusuran di laman Wikipedia, Museum Jakarta adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah Nomor 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Gedung ini dulunya meruppakan Stadhuis atau Balai Kota yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Bangunan balaikota itu serupa dengan Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda. Hari ini kebetulan, di Museum Jakarta juga tengah digelar lomba kicau burung. Walikota Jakarta Barat Joko Ramadan berharap lomba ini bisa sekaligus menjadi ajang memperkenalkan daerah wisata di kawasan Jakarta Barat.

Dari pantauan VIVAnews terlihat sejumlah burung kicau beraneka jenis seperti Cucakrawa, Murai, dan Kaisar dipajang di dalam arena tarung yang dibatasi oleh pagar. Dalam ajang tersebut, burung-burung dalam sangkar itu diuji kebolehannya berkicau diantara burung lain dengan bantuan sorakan dari para pemiliknya.

Uniknya, para pemilik melakukan segala trik dan gerakan agar burung peliharannya bisa tampil maksimal di depan para juri. Terkadang suara para pemilik jauh lebih ramai dibandingkan burung kicauannya. Setelah sekitar 15 menit menilai, para juri akan memberikan bendera yang berbeda warna di bawah sangkar burung sesuai dengan penampilan burung kicauannya.

Ajak Si Kecil Berlibur Ke Museum

Jangan hanya berenang, atau pergi ke mal, Anda bisa mengajak buah hati berlibur menyusuri museum. Melihat warisan budaya, menonton pertunjukannya, ataupun berkunjung ke lokasi penyimpanan artefak-artefak kuno itu, sungguh merupakan ajang wisata menyenangkan. Berikut ini beberapa lokasi heritage yang sayang untuk dilewatkan bersama si kecil.

- Kota Tua Jakarta
Kota Jakarta yang dibangun Fatahillah pada tahun 1525, masih menyisakan ‘sejumput’ warisan masa lalu, berupa bangunan-bangunan  tua dari masa Belanda berkuasa. Bangunan-bangunan itu, walau sudah berubah fungsi, masih tegak di utara kota dekat pelabuhan lama; Sunda Kelapa. Jika tak hendak jalan kaki, Anda dan si kecil bisa mencoba memanfaatkan jasa ojek sepeda yang banyak beroperasi di area itu, untuk santai dan melihat-lihat dari satu gedung ke gedung lainnya. Di sekitar itu, Anda juga bisa menyambangi Museum Fatahillah di Jl. Fatahillah 1 Jakarta Barat. Ajak si kecil mengenali bagaimana tentara Kompeni menyiksa tahanan  tempo doeloe. Ruang-ruang tahanan itu bisa Anda berdua saksikan di sini. Juga Si Jagur, meriam tua asal Portugis. Buka tiap hari, kecuali Senin, pukul 09.00 – 17.00, Rp500/orang. Oya, ada cafĂ© bernuansa masa lampau di salah satu sudut museum ini!

- Museum Wayang
Ragam rupa boneka wayang (dari bahan kayu, kulit, dll) Indonesia dan mancanegara bisa disaksikan di museum yang berlokasi di Jl. Pintu Besar Utara No.27, Jakarta Barat. Buka tiap hari, kecuali Senin, pukul 09.00 – 17.00. WIB. Tiket Rp2.000. Sejak tahun lalu, tiap hari Minggu, pukul 10.00 – 12.00, dipertunjukkan seni wayang dari berbagai daerah. Gratis.

- Museum BahariBentuk-bentuk perahu tradisional Indonesia bisa disaksikan di lokasi yang bertempat di Jl. Pasar Ikan No.1 Jakarta Utara ini. Juga catatan awal dari sejarah dunia maritim Indonesia. Buka tiap hari, kecuali Senin, 09.00 – 17.00 WIB. Tiket Rp2.000.

- Museum Bank IndonesiaMasih di Jl Pintu Besar Utara, cuma beberapa puluh langkah di selatan Museum Wayang dan Museum Fatahillah, terdapat Museum Bank Indonesia. Di gedung yang kini kerap dijadikan tempat untuk pameran seni inilah Anda berdua bisa melihat-lihat, dan ‘mengenang’, bagaimana sebuah bank dimasa lalu beroperasi. Buka tiap Sabtu dan Minggu, pukul 10.00 – 14.00. Gratis!

- Museum Seni Rupa dan Keramik Ingin tahu karya-karya masa lalu dari khasanah seni rupa (lukisan, patung) dan keramik Indonesia? Museum yang terletak di Jl. Pos Kota No.2 Jakarta barat ini juga menampilkan karya seniman Indonesia modern. Buka tiap hari, kecuali Senin, pukul 09.00 – 15.00. Rp2.000/orang.

- Museum TumbuhanMuseum tumbuhan tropis paling lengkap di dunia itu dibangun Reinward, ahli botani asal Jerman pada tahun 1817, di atas areal 87 hektar yang dulunya merupakan bekas areal Samida (hutan buatan). Ragam rumbuhan bisa disaksikan di kawasan yang terletak di  Jl. Ir. H. Juanda No.1 Bogor ini, bahkan juga pohon lipstik dan cocacola.

Saksikan tayangan audio-visual sebelum berkeliling melihat-lihat, dan ada baiknya memanfaatkan jasa guide profesional yang tersedia. Buka tiap hari, Selasa – Minggu, 08.00 – 17.00 WIB, Rp 5000/orang.

- Museum ZoologiMumpung masih di Bogor, jangan lupa untuk mengunjungi Museum Zoologi yang terletak persis di sebelah pintu masuk Kebun Raya Bogor, dimana tersimpan ragam contoh (bentuk awetan, sampel belulang ataupun foto) ragam hewan Indonesia. Buka tiap hari, kecuali Senin, dari 08.00 – 16.00. Rp 2500/orang.

Tips: Lakukan awal perjalanan pada pukul 08.00 WIB saat matahari belum terlampau terik. Kenakan pakaian santai dan bersepatu kets. Jangan lupa payung, kacamata penahan sinar matahari (plus tentunya krim matahari), payung ataupun topi, dan bekal air mineral dan snack.