You're Allways Spesial In My Heart

Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

Makanan Yang Harus Diperhatikan Pemakai Kawat Gigi

MENGGUNAKAN alat ortondontik seperti kawat gigi butuh perawatan ekstra. Anda tentu tidak ingin kehilangan senyum indah karena masalah pada kawat gigi yang Anda kenakan.

Kawat gigi atau braces biasa digunakan untuk memperbaiki struktur gigi yang tidak rapi. Saat ini begitu banyak orang menggunakan kawat gigi, terlepas dari apakah itu hanya mengikuti trend atau memang demi kesehatan dan keindahan gigi Anda, berikut beberapa makanan yang harus Anda hindari sebagai salah satu perawatan kawat gigi Anda, seperti yang dilansir Ehow.

Hindari mengunyah permen karet atau permen jelly kenyal. Ahli Ortodontik Craig Davis menyatakan permen kenyal atau permen karet dapat merusak peralatan ortodontik Anda. Kerugian lain adalah kadar gula dalam permen yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Anda bisa tetap makan cemilan Anda, namun pilihlah cemilan yang bisa Anda konsumsi. Hindari makan makanan ringan yang renyah, seperti chocolate chip cookie atau  popcorn. Anda bisa menukar snack renyah Anda dengan es krim atau pudding lembut.

Hindari makan roti keras seperi bagel, atau croissant. Makan roti keras dapat menyebabkan goresan pada peralatan ortodontik Anda. Jika Anda ingin makan roti, pilihlah roti lembut seperti muffin atau jenis pancake.

Makanan lain yang  harus Anda hindari ketika memakai kawat gigi adalah makanan dengan kadar asam tinggi seperti lemon atau limau. Makanan tinggi dapat merusak enamel gigi Anda. Kurangi minuman terlalu dingin atau mengunyah es batu, karena dapat menciptakan retakan pada obligasi semen pada kawat gigi Anda.

Aturan Pasang Kawat Gigi

SAAT ini semakin banyak orang yang menggunakan kawat gigi atau behel untuk merapikan susunan gigi. Namun, tidak semua masalah kerapian gigi bisa diatasi dengan kawat ini.

Kawat gigi atau behel sebenarnya memiliki fungsi memperbaiki kontak gigi secara fungsi mekanis. Kawat gigi adalah jenis perawatan ortodonti atau pengobatan yang bertujuan memperbaiki letak gigi yang tidak beraturan. Bagi orang yang memasang kawat gigi atau behel, biasanya memiliki beberapa permasalahan terhadap kesehatan susunan giginya. Di antaranya yang paling umum memicu perawatan kawat gigi adalah orang yang memiliki mulut kecil, gigi tonggos, dan gigi yang terlalu rapat atau bahkan terlalu jarang, serta bagi yang memiliki gigi miring atau tidak sejajar.

Permasalahan gigi inilah yang diatasi dengan menggunakan kawat gigi. Sebagian orang menggunakan kawat gigi untuk memperbaiki penampilan agar gigi mereka lebih rapi dan cantik. Meski begitu, dalam pemasangan kawat gigi juga harus diperhatikan dan dianalisa terlebih dahulu. Sebab, jika terdapat kelainan pada rahang, baik atas maupun bawah, maka tidak bisa diperbaiki oleh kawat gigi.

Ketua AFDOKGI Prof Dr H Eky S Soeria Soemantri drg SpOrt(K) mengatakan, jika sudah kelainan pada rahang, baik rahang atas maupun bawah yang terlalu maju, maka tidak bisa dipasangi kawat gigi, melainkan harus operasi dan ini akan membuat bentuk wajah berubah. Untuk itu, dalam pemasangan kawat gigi tidaklah mudah dan tidak boleh sembarangan.

Mereka yang memiliki permasalahan pada gigi dan ingin memasang kawat gigi atau behel harus ke tempat dokter ahli yang benar, bahkan kalau perlu ke spesialis. Hal yang paling penting dalam pemasangan adalah pemeriksaan atau analisa gigi terlebih dahulu, mulai dari gusi dan mulut.

Drg Ratu Mirah Afifah GCClindent MDSc mengatakan, dalam pemasangan kawat gigi jika terdapat gigi yang berlubang atau terdapat penyakit gusi, maka tidak boleh melakukan pemakaian langsung, harus melakukan perawatan. Dia juga menambahkan, gigi yang berlubang harus dilihat dulu, apakah harus dicabut atau hanya perlu ditambal dan penyakit gusi yang ada harus disembuhkan dulu.

Selain itu, dalam pemakaiannya juga harus diperhatikan dengan merawatnya secara teratur. “Pemakaian kawat gigi atau behel harus sering kontrol, mulai dari pengencangan kawat hingga pembersihan gigi dengan diberi fluoride,” kata drg Mirah.

Setidaknya, minimal satu bulan sekali harus dibersihkan dan dikencangkan.Pemakai kawat gigi juga harus memperhatikan makanan yang dimakan, tidak boleh sembarangan. “Seperti makanan atau minuman yang asam dan makanan yang melekat yang bisa menempel atau mengendurkan kawat,” ujar drg Eky.

Jika tidak memperhatikan makananyang dimakan dan pemeliharaan yang kurang baik, malah dapat membuat gigi rapuh dan akan menimbulkan bekas kawat gigi pada gigi setelah pencopotan. Selain itu, seberapa lama kawat gigi dipakai pun bergantung pada umur dan seberapa parah permasalahan giginya.

“Jika pemakai kawat gigi berusia muda,maka efeknya akan lebih cepat dan baik dibanding orang dewasa dan bergantung pada keparahan giginya,” kata drg Mirah.

Paling tidak, dalam pemakaian kawat gigi atau behel dilakukan kurang lebih selama dua tahun dan pemakaian retainer atau penahan setelah pencopotan kawat gigi atau behel tidak harus dilakukan.

“Jika pemakaian kawat gigi atau behel kurang atau sampai setahun,tidak diperlukan retainer. Sebab, bisa membuat bentuk gigi kembali seperti semula,” kata drg Eky.

Pemasangan kawat gigi atau behel juga boleh dilakukan untuk anakanak. “Sebaiknya dilakukan ketika mereka sudah balig atau beranjak dewasa dan sudah memiliki gigi tetap,” tutupnya.

Bahaya Menggunakan Kawat Gigi

Kawat gigi atau biasa disebut dengan behel awalnya bertujuan untuk memperbaiki struktur gigi yang tidak rata dan rapi. Namun kini tujuan penggunaan kawat gigi sudah sedikit berubah. Kalau dulu orang akan merasa sedikit malu menggunakan kawat gigi, sekarang justru orang-okesehatan.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg Zaura Rini Anggraeni, MDS menjelaskan pemasangan kawat gigi yang dilakukan oleh tukang gigi menimbulkan beragam efek samping. Terlebih pada gigi yang bermasalah baik untuk efek samping ringan hingga berat.

rang yang memiliki gigi sudah rata dan bagus pun banyak yang menggunakan kawat gigi. Padahal penggunaan kawat gigi jika memang tidak benar-benar dibutuhkan bisa membahayaran
Bagi anda yang pemakai atau ingin memasang kawat gigi perlu memperhatikan dampak sebagai berikut
 1. Karang GigiKarena area di bawah dan di sekitar kurung logam dan kawat yang sulit untuk dibersihkan, sisa-sisa makanan bisa terjebak di daerah-daerah yang sulit dijangkau sikat gigi, yang mengarah ke penumpukan plek.
Hal ini mengakibatkan orang dengan kawat gigi logam dapat berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi. Untuk menghindari masalah ini, Anda harus menggunakan sikat khusus untuk membersihkan gigi Anda.
2. AlergiKawat gigi logam mengandung berbagai logam, termasuk nikel, tembaga dan kromium. Sekitar 30 persen pasien ortodontik dari semua pasien ortodontik lainnya memiliki alergi terhadap logam ini yang dapat menyebabkan rasa sakit dan telinga tersumbat.
Selain itu, pasien yang tidak memiliki alergi sebelum mereka memakai kawat gigi berpotensi terkena alergi setelah mereka memakainya. Untungnya, alergi terhadap nikel, tembaga dan kadmium umumnya ringan dan mudah diobati dengan mengubah jenis logam yang digunakan dalam kawat gigi.

Nah, untuk anda yang memang ingin memperbaiki struktur giginya dan ingin menggunakan kawat gigi atau behel, pastikan anda memasangnya dirumah sakit atau dokter yang benar-benar sudah profesional.

BAHAYA MEMASANG BEHEL GIGI SEMBARANGAN | TIPS SEBELUM MEMASANG BEHEL GIGI | Trend menggunakan kawat gigi memang sudah lama berlangsung, biasanya pemasangan kawat gigi banyak di gunakan oleh kalangan pelajar di kota-kota, entah kenapa behel atau pemasangan kawat gigi bisa menjadi trend dan menjadi gaya hidup bahkan lebih jauhnya bisa menjadi status sosial mengingat pemasangan behel lumayan mahal juga. yang sedikit menggelitik hati saya kenapa behel sekarang bisa menjadi sebagai gaya hidup untuk sebagaian remaja di kota-kota, setahu saya behel di gunakan bagi orang yang mempunyai susunan giginya tidak rapih, tapi kenapa ada orang yang giginya sudah rapih masih mau memakai behel juga? Terlepas dari itu semua. Apa memasang behel di tempat yang bukan selain dokter gigi bisa berbaya? sebenarnya efek buruk apa saja yang timbul bila memasang behel? Tips apa yang harus dilakukan sebelum memasang behel? di bawah ini ada beberapa tips yang mungkin berguna bagi anda yang ingin ataupun yang sudah memakai kawat gigi atau behel. Baca juga: Tips mengobati sakit gigi dengan cabe rawit, Tips membeli ponsel android second, Tips mengatasi bau mulut, 10 Gejala kanker yang tidak boleh diabaikan, Arti logo dan simbol pada dunia teknologi, Obat anti biotik alami


Kegunaan Memasang Behel

Menurut kalangan dokter gigi, behel sebenarnya ditujukan untuk merapikan letak dan susunan gigi. Gigi yang menumpuk dan tidak rata dapat menimbulkan berbagai masalah, diantaranya kebersihan dan bau mulut. Selain itu, behel dapat bermanfaat untuk memperbaiki mekanisme mengunyah, pencernaan, pengucapan dalam bertutur, serta memperbaiki penampilan wajah
Khusus bagi pemakai behel gunakan sikat gigi khusus agar gigi bersih lebih maksimal, biasanya bulu sikat untuk gigi ber behel mempunyai desain khusus.

Pasang Behel Itu Tidak Mudah

Perlu diketahui juga bahwa pemasangan behel tidak semudah bayangan orang. Karena diperlukan prosedur yang sangat hati-hati, melalui proses pemeriksaan, foto susunan gigi, hingga membuat cetakan gigi pasien agar diketahui bagian-bagian yang memang memerlukan perbaikan. Selain itu, pemasangan behel memang harus dilakukan kepada ahlinya, agar tidak menimbulkan efek samping.


Bahaya Memasang Behel

Bahaya / efek buruk yang muncul setelah memasang behel diantaranya, kawat gigi bisa merusak posisi gigi.Tulang yang memegang gigi akan rusak dan bisa membuat gigi goyang. Hal ini merupakan kerugian besar yang tidak bisa dibayar, karena gigi kalau sudah goyang sulit untuk kembali mejadi kokoh lagi.


Tips Sebelum Memasang Behel


Hal-hal berikut bisa anda lakukan supaya tidak sembarangan mendapatkan perawatan atau pengobatan gigi yaitu:


1. Pergilah ke tempat yang diakui yaitu di Puskesmas, rumah sakit pemerintah atau RSGM, biaya tidak mahal dan jelas bisa di pertanggungjawabkan mutu serta kualitasnya.


2. Jangan menganggap pengobatan gigi itu mahal, karena ada yang murah dan terjamin mutunya.


3. Peliharalah gigi yang sehat tetap sehat, apabila ada kelainan dan butuh bantuan maka datanglah sedini mungkin dan jangan tunggu sampai parah seperti gigi berlubang.


4. Kontrol kesehatan gigi dan mulut setiap 6 bulan sekali.

Tampil Seksi Dengan High Heels

Sepatu bertumit ekstra tinggi ini dalam sekejap akan menciptakan efek kaki jenjang bak tungkai peragawati bagi pemakainya. Tak salah jika high-heels sering dijadikan ’senjata’ andalan para wanita untuk bisa tampil seksi dan feminin. Bahkan lawan jenis pun mengaku sering kelimpungan saat menyaksikan wanita melenggang pede dalam stiletto berujung runcing yang seksi.

Sayangnya, di balik citra seksinya, sepatu bertumit ekstra tinggi ini ternyata menyimpan efek buruk bagi kesehatan tulang dan persendian.
Hasil penelitian Harvard Medical School, 2001 mengungkap bahwa para pemakai sepatu bertumit tinggi berpotensi tinggi terserang osteoarthtris lutut – penyakit persendian akibat rusaknya jaringan tulang rawan pada tempurung lutut.  “Semakin tinggi tumit sepatu, semakin besar tekanan yang ditimbulkan pada daerah persendian tulang,” ungkap Prof. D. Casey Kerrigan, MD, dari Harvard. Oleh sebab itu, sepatu high-heels tidak boleh dikenakan lebih dari 3 jam.

Tapi, kapan lagi bisa tampil seksi dalam stiletto andalan? Selama bisa menyiasatinya, sesekali tampil menawan dengan high-heels tak akan ‘menyiksa’ Anda. Berikut ini triknya:

Sebelum memakai high heels dalam waktu lama, latihlah otot betis dan pergelangan kaki dengan menggerakkan sendi mata kaki ke atas dan kebawah secara perlahan. Lakukan sebanyak 3 set, dan ulangi 15 kali untuk masing-masing kaki.

Pakailah sol dari gel bening khusus high-heels, sebagai penahan agar telapak kaki tidak merosot ke bawah, dan membuatnya lebih nyaman.

Saat melangkah, tapakkan bagian tumit terlebih dulu, baru ikuti dengan gerakan lembut bagian telapak depan.
Ayunkan tangan Anda sebagai penyeimbang saat berjalan.

Jaga agar tungkai tetap tegak, berdekatan, dan berada dalam posisi pararel.

Mandi Garam Agar Kulit Mulus

Garam laut sudah lama diketahui bermanfaat untuk kecantikan kulit dan tubuh. Bahkan Cleopatra, sang ratu Mesir yang tersohor kecantikannya itu sering melakukan ritual mandi garam, selain mandi susu dan madu. Jadi, tunggu apa lagi? Segeralah mandi garam dan rasakan kulit Anda kembali halus.

Kandungan mineral yang tinggi membuat butiran garam laut banyak dimanfaatkan untuk produk perawatan tubuh. Hasil evaporasi air laut yang memiliki nama ilmiah natrium klorida (NaCl) ini mengandung kalsium, potasium, magnesium, sulfat, dan yodium.

Mineral-mineral tersebut memiliki kemampuan detoksifikasi atau membuang racun. Garam yang meresap melalui pori-pori kulit akan melarutkan lemak dan racun-racun dalam tubuh. Aliran darah pun menjadi lebih lancar.

Butiran garam yang digunakan untuk scrub akan merontokkan lapisan kulit mati, sehingga kulit terasa lebih halus dan kenyal. Jika rutin dilakukan, mandi garam bisa mencegah kulit keriput dan penuaan dini.

Selain berkhasiat menghaluskan kulit, kristal garam mampu melenturkan otot-otot yang tegang setelah lelah beraktivitas. Tak heran, setelah berendam air garam, Anda pun akan merasa lebih relaks dan segar.

Tetapi perawatan mandi garam ini tidak dianjurkan bagi penderita penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes karena dapat meningkatkan tekanan darah.

Tips mandi garam:

• Masukkan kristal garam laut secukupnya, lalu larutkan dalam bathtub berisi air hangat. Aduk hingga garam larut merata.

• Berendamlah sekitar 20-30 menit. Sambil berendam, gosokkan butiran garam untuk mengikis kulit mati, terutama di bagian siku, lutut, mata kaki, dan tumit. Saat menggosokkan garam bisa menggunakan tangan atau loofah.
• Agar mandi garam terasa lebih menyenangkan, campurkan minyak zaitun atau minyak esensial beraroma misalnya jasmine, lavender, dan sebagainya. Pilih aroma favorit Anda untuk memberi efek menenangkan suasana hati.
• Saat ini juga sudah tersedia produk garam mandi warna-warni yang sudah dicampur minyak esensial.
• Usai berendam basuh tubuh dengan air hangat.

Cara Mendeteksi Bakteri Pada Air Minum Isi Ulang

Jika Anda termasuk pelanggan air minum isi ulang, cobalah teliti sebelum mengisi. Masalahnya, sejumlah depo air minum isi ulang di Jakarta dan sekitarnya diduga tercemar bakteri E. Coli. Wah, itu berarti bisa membahayakan kesehatan.
Apakah air minum isi ulang bisa langsung diminum?
Pada prinsipnya, air minum isi ulang yang banyak dijual itu layak dikonsumsi. Tapi, yang aman diminum adalah yang kualitasnya sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kotamadya Setempat.
Intinya, air yang layak diminum harus melewati 3 persyaratan kelaikan, yaitu dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi. Jika standar tersebut sudah terpenuhi, depo tersebut akan diberikan sertifikat izin dari Dinas Kesehatan tersebut.

Nah, agar tidak ragu, sebaiknya minta diperlihatkan sertifikat tersebut sebelum membelinya. Perhatikan juga masa waktu berlakunya, karena izin ini tidak berlaku selamanya. Tiap 6-12 bulan depo harus memeriksakan produknya. 

Bisakah air minum mengandung bakteri dapat dilihat secara kasat mata?

Tidak bisa. Untuk mengetahui apakah ada bakteri dalam air minum memang harus diteliti di laboratorium. Tapi, Anda bisa mendeteksi secara fisik apakah air layak diminum. Dari segi fisik, air minum tak boleh memiliki bau, rasa, dan warna (harus jernih).

Melalui tes laboratorium dapat diteliti dari segi kimia. Air minum harus bebas dari kandungan zat kimia berbahaya, seperti logam berat (air raksa atau merkuri (Hg), timbal (Pb) dan Au) aluminium, besi, serta klorida.

Sedangkan, dari segi mikrobiologi, air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri patogen (bersifat racun sehingga dapat menimbulkan penyakit). Bakteri yang tergolong patogen adalah E.coli, Salmonella typhii, dan sejenisnya. Karena telah mendapatkan proses sterilisasi, harusnya AMIU dapat langsung dikonsumsi.

Apa bahayanya mengonsumsi air minum yang telah terkontaminasi bakteri E. coli? Kehadiran bakteri coliform (E.coli tergolong jenis bakteri ini) yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air.

Makin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, makin tinggi pula risiko kehadiran bakteri patogen, seperti bakteri Shigella (penyebab muntaber), S. typhii (penyebab tifus), kolera, dan disentri. 

Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis bakteri coliform dan bakteri lain yang bersifat patogen yang dapat menyebabkan diare, diare berdarah, kram perut, dan rasa mual.

Jadi, bagaimana agar tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang?

Perhatikan sanitasi botol kemasan. Berikut langkah-langkahnya:
- Cuci botol kemasan dengan sabun pembersih alat dapur yang tidak beraroma. Tujuannya agar tidak mempengaruhi rasa air yang akan diisi nanti.

-  Setelah bersih dari air sabun, bilas botol dengan air panas (suhu 80 derajat Celcius).

- Lalu, tutup botol dengan rapat dengan plastik bersih. Buka tutup tersebut, tepat sebelum botol diisi air minum isi ulang, sehingga debu tidak mudah masuk.

Selain itu, lakukan usaha-usaha desinfeksi sendiri di rumah, misalnya rebus air minum isi ulang tersebut di atas api hingga mendidih selama minimum 2 menit.

Bercinta Terbukti Hilangkan Stress

Stres terhadap masalah pribadi atau pekerjaan di kantor? Apakah saat ini Anda seakan-akan tidak dapat menikmati hidup? Nah, berikut ini solusi yang terbukti ampuh. Bercintalah dengan suami!

Ingin mengetahui bagaimana seks efektif mengurangi stres yang Anda rasakan? Artikel ini akan menjelaskannya sekaligus menawarkan beberapa tips untuk menggairahkan kehidupan seks Anda dan pasangan, dikutip dari Dating Tips.

- Bernapas. Hirup napas dalam-dalam. Ini akan membantu menenangkan diri Anda. Bernapas dapat membantu mengatasi stres yang Anda alami. Hasilnya memang tidak dalam waktu singkat. Tapi, dengan rutin melakukannya, Anda akan segera merasakan berkurangnya kecemasan dan ketegangan.

- Olahraga. Seks juga bisa menjadi latihan fisik menyenangkan. Tubuh Anda akan benar-benar keluar keringat saat bercinta, sama seperti ketika Anda berada di gym untuk membakar kalori.

Tapi tergantung juga bagaimana Anda bercinta, bila Anda melakukannya dengan semangat dan penuh gerakan, Anda dapat membakar kalori lebih banyak.

- Saling mendukung. Pasangan suami istri yang keintimannya kurang, tingkat stresnya lebih berat dibandingkan dengan mereka yang memiliki lebih intim satu sama lainnya.

Kedekatan emosional melalui aktivitas seks akan membuat Anda lebih baik dalam mengelola stres, kemudian dapat meningkatkan kesehatan, dan hidup lebih lama.

- Sentuhan. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa manajemen stres yang baik bisa dilakukan melalui teknik sentuhan kulit. Saling meraba atau memijat selama berhubungan seks sangat baik untuk kesehatan emosional Anda.

- Endorfin. Keterlibatan dalam aktivitas seksual bisa menjadi obat stres karena melepaskan hormon endorfin. Endofrin penting untuk kehidupan, karena dapat menimbulkan rasa nyaman dengan diri sendiri, dan menyebabkan senang dan bahagia.

Tapi sayangnya, terkadang stres yang terlalu berat akan mempengaruhi tingkat libido. Tapi, tenang, Anda bisa mencoba cara berikut ini untuk meningkatkan dorongan seksual.

- Makanan sehat. Makanan yang sehat akan membantu mengurangi stres karena dapat menstabilkan kadar gula darah.

- Mendengarkan musik lembut. Para peneliti telah menemukan bahwa terapi musik dapat memberikan manfaat kesehatan seperti meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan tekanan darah rendah.  Kemudian, selain untuk mengurangi tingkat stres, juga dapat meningkatkan gairah seks Anda.

- Pencahayaan. Membuat pencahayaan sedemikian rupa di kamar tidur Anda juga dapat memberikan suasana santai. Kemudian dapat menghilangkan stres Anda dan membantu menciptakan suasana romantis.

- Percakapan intim. Seperti disebutkan sebelumnya, Anda membutuhkan keakraban untuk mendapatkan hidup sehat. Percakapan yang baik dengan pasangan akan membangun suatu ikatan yang kuat dan dapat mengurangi stres.

Ada Fakta Dalam Mewarnai Rambut

Dalam satu dekade ini, tren mewarnai rambut telah menjadi gaya hidup wanita di kota-kota besar di Indonesia. Selain untuk membawa tampilan baru yang lebih fashionable, rambut yang diwarnai juga bisa membuat rambut terlihat lebih indah teksturnya.
Cat rambut juga sering dipakai oleh mereka yang memiliki keluhan beruban padahal masih muda. Namun jika aplikasinya tidak tepat, cat rambut justru bisa merusak mahkota Anda.
Bahan kimia yang keras dalam produk pewarna rambut bisa merusak kutikula rambut dan menjadikannya lebih kering. Bahkan bisa juga memicu uban muncul lebih dini dan banyak.
Agar rambut Anda tetap terawat indah meski menggunakan pewarna rambut, Anne Marie O’Connor, ahli tata rambut di New York berbagi tips untuk Anda.

Mempertahankan warna cat rambut

Karena sifatnya yang tidak pemanen, cat rambut hanya bersifat sementara. Jika tidak dirawat dengan produk kecantikan yang tepat, warnanya akan cepat pudar dan tidak merata. Paparan sinar matahari dan juga kondisi rambut yang kering bisa merusak warna rambut.
Tips:
- Hindari berkeramas 1-2 hari setelah mewarnai rambut. Semakin sering Anda berkeramas, warna cat rambut akan semakin cepat pudar.
- Pakailah sampo khusus untuk rambut diwarnai. Sampo ini mengandung lebih sedikit deterjen. Pilih yang mengandung minyak bunga matahari agar rambut tetap sehat.
- Gunakan pelembab rambut khusus untuk rambut diwarnai. Saat ini sudah banyak produk pelembab rambut tanpa dibilas.

Warna sama seperti katalog
Jangan harap warna rambut yang Anda pilih bisa persis sama seperti yang ada dalam catalog saat diaplikasikan ke rambut Anda. Warna rambut setelah dicat dengan warna tertentu tergantung pada warna rambut sebelu diwarnai. Supaya tidak salah pilih warna, konsultasikan terlebih dahulu warna yang tepat untuk rambut Anda.

Menutup uban
Uban tidak mengandung melanin, pigmen alami yang mewarnai rambut. Saat dicat, uban juga sulit ditutup cat rambut, karena kulikulanya membuat cat rambut tidak bisa menempel.
Untuk mengatasinya, Anda harus melakukan pewarnaan permanen. Anda juga bisa mengatasinya dengan cara memberikan suhu panas pada rambut misalnya dengan steamer atau handuk yang dibasahi dengan air hangat